Tuesday, July 23, 2013

Jangan Tanya Kenapa...

Ahh…udah lama banget rasanya gue ga nulis. Karena gue nulis bukan disaat gue galau, tapi saat gue bener-bener ngerasa ga punya siapa-siapa yang bener-bener bisa ngedengerin isi otak gue yang lagi kacau balau. Iya, otak gue lagi ga karu-karuan isinya. Dan gue sungguh cuma pengen ngeluarin sedikit isi otak gue ini, sama orang yang gue sayang, orang yang (gue harap) bisa mengerti gue (walaupun sedikit).

Jangan tanya kenapa gue kayak gini. Gue sendiri ga tau gimana cara ngejelasin dengan baik dan benar sekarang ini. Cukup anggap gue gila, dan denger semua omongan gue. Iya, gue cuma butuh pendengar. Wajar ga kalo gue tertekan? Sohib gue jaman SMP sekarang lagi nyambung S2, sahabat baek gue jaman SMA lagi sibuk-sibuknya mau seminar buat ngelarin S1-nya, dan temen-temen kampus gue lagi pada sibuk-sibuk fitting kebaya buat wisudaan mereka. Wajar ga kalo gue ngerasa sendiri?


Yah ujung-ujungnya gue nonton RunningMan lagi...Twitteran lagi...Ngata-ngatain orang lagi :(

Wednesday, May 15, 2013

Menyambut Rindu yang Baru

Hai.
Selamat datang, kamu. Kamu yang beberapa hari ini sudah mengisi hati.
Bagaimana hunian barumu (a.k.a hatiku) ? Nyamankah kamu di situ? Maafkan aku karena hatiku masih sedikit berantakan ketika kamu datang, dan terima kasih sudah menolongku merapikannya :)

Maaf,
waktu itu aku seakan memaksamu. Bukan karena tak sabar, aku hanya bosan terombang-ambing dalam bimbang :)
Dan terima kasih, karena kamu mulai menunjukkan kamu (sedikit) beda dari mereka.

Yah,
Kali ini aku hanya ingin mengucapkan selamat datang padamu.
Selamat memasuki kehidupanku yang kacau :)
Aku selalu merindukan momen berdua kita, seakan hanya ada aku dan kamu :)

Monday, April 29, 2013

Sebuah Surat yang Tak Ingin Dikirimkan (2)


Dear Kamu,
Calon penghuni baru hati ini…

Aku tak berharap kamu tahu, kalau aku tak pandai mengungkapkan kalimat manis secara langsung.
Aku tak berharap kamu mengerti, jika aku lebih suka memendam penilaianku untukku sendiri.
Aku tak berharap kamu paham, apa yang berkecamuk di benakku kala ku berada dalam keheningan panjang, membiarkanmu menebak mengapa ku bungkam.
Aku tak berharap, kamu menginginkan ku selayaknya aku (begitu) menginginkanmu.
Aku (bahkan) tak (berani) berharap, kamu telah memilihku bahkan sebelum kita bertemu.

Dear Kamu,
Aku tak berharap kamu mendengar, suara tangisku saat aku (terpaksa) mengingat masalalu ku, demi untuk membuatmu lebih mengenalku.
Aku tak berharap, kamu merasa kehilanganku saat aku (dengan sengaja) tak menghubungi mu.
Aku tak (berani) berharap, kamu berbeda.

Dear Kamu,
Bukan maksudku menganggapmu sekedar mempermainkan aku.
Trauma itu, terlalu dalam membekas di hati. Bahkan sampai detik ini belum sempurna mengering.

Dear Kamu,
Kali ini aku ingin membuat pengakuan :)
Sejak hari itu kamu berhasil membuatku terpesona.
Tolong, jangan paksa aku memberimu alasan mengapa,
Karena sejujurnya aku tak mengerti mengapa kamu bisa membiusku.
Oh, ya. I haven’t tell you, that you’re like a mood stabilizer for me.
Mendengar suara mu, sudah cukup menenangkan ku, dan aku tak berharap itu juga berlaku untukmu :’)

Dear Kamu,
Actually, aku sangat sangat sangat penasaran deengan masalalu mu.
Mereka (yang kamu sebut mantan kekasih itu) tak ingin ku ungkit2.
Aku tak berharap kamu tahu, kalau sesungguhnya aku seorang pencemburu :’)

Dear Kamu,
Bukannya aku tak ingin tahu keadaanmu, kegiatanmu,
Tapi sesuatu yang ku sebut pertanyaan ‘emang-gue-siapanya-dia’ selalu berhasil memadamkan keinginan itu.
Membuatmu mengganggapku tak pernah ingin tahu tentang dirimu.
Kamu tahu? Aku tak pernah berharap kamu paham, sesungguhnya aku ingin mendengar semua tentangmu. Bahkan jika memungkinkan, mendokumentasikannya dengan baik di ingatanku yang teramat buruk ini.

Dear Kamu…
Masihkah kamu memberiku kesempatan bertanya?
Apa yang kamu harapkan dari seseorang yang kamu sebut kekasih?
Perhatian seperti apa yang masih belum kuberikan?
Mengapa saat itu kamu muak kepada ku? Apa aku tak memberimu kabar? Apa kabar yang kuberikan melalui pesan facebook itu kurang kamu pahami? Apa mention ku di twitter mu tak terbaca olehmu?
Benarkah kamu takkan meninggalkanku meskipun ‘hal itu’ telah terjadi padaku?

Maaf, aku memang seorang yang introvert.
Aku lebih suka memendam sendiri, semua rasa, ketakutan yang teramat.
Ya, aku egois :’)


*Sebuah surat penuh pengharapan
*teruntuk kamu, M.K

Sunday, April 14, 2013

Hanya Satu Kata Lima Huruf

R.I.N.D.U

Heyy...kita bahkan belum genap 2 minggu kenal. Ya kan? Kenapa lo dengan gampangnya bikin gue ngerasa nyaman di deket lo? Kenapa gue dengan gampangnya jatuh hati sama lo sih? .___.
Lagi-lagi gue ga ngerti sama perasaan sendiri. Suka seenaknya keGRan sama cowok yang bahkan belom 2 minggu gue kenal. Seseorang, mahasiswa jurusan Teknik Mesin di kampus gue. Namanya? Ntar deh gue kasih tau :p. Sekarang gue masih belom berani ngeposting nama si babang. Hehehehe

Dan sekarang si babang lagi liburan di kampung temennya. Sementara itu gue mendam rindu, sendiri. Ngarep si babang juga kangen sama dedeknya di sini #halah

Gue ga sms dia, gue takut dia nganggep gue nyinyir... Yah maklum lah, kemaren gue sempet putus gegara itu kan ya. Eh, babang malah nganggep gue gag perhatian :'(
Salah ga kalo gue ngerasa takut kehilangan, bahkan sebelum gue benar-benar memiliki? Luka itu belum sembuh sempurna. Gue ga mau lagi kehilangan. Udah cukup sakit yang dulu-dulu gue rasa. Lebih dari cukup malah.

Babang...cepet balik ke Padang dong. Dedek kangen :/

Friday, April 5, 2013

Ketika Rindu Datang Berkunjung

"Terkadang rindu datang berkunjung, saat sepi mulai mengungkung.
Masalalu? ia sudah kukubur di belakang rumah. Sejak rindu pergi, dan kenangan mengurung diri.
Hujan datang lagi ke rumahku. Kali ini ia mengajak rindu. Sedang kenangan masih enggan bertemu.
Masihkah rindu berkunjung ke rumahmu? Karena ia mengaku mengunjungi hati yang baru.
"

Belakangan "rindu" jadi topik gue buat ngetweet. Beberapa dari kalimat yang gue ciptakan dari satu kata itu memang apa yang gue rasakan saat itu.
Gue udah bisa nerima kalo si Adit punya pacar baru yang mukanya....mmh...agak sedikit lumayan berantakan yah pokoknya ga bakal bisa nyaingin gue lah. Wajar sih kalo tuh sangkutan sarung mau insecure sama gue :))
Ya kadang emang gitu...Selera gue terhadap cowok sama sekali ga mengalami kelainan meskipun gue patah-hati-nyaris-depresi. Beda banget sama mantan-mantan gue yang gue harap setelah putus dari gue bakal dapet pengganti yang jauh lebih baik, mereka malah nurunin standar mereka. Entah karena apa.
Yang jadi sasaran? Gue lah. Tuh cewek-cewek yang baru dateng di kehidupan para mantan gue jadi insecure amit-amit liat gue. Risiko jadi cewek manis kok gini banget yah.

Ya udah lah. Meskipun gue udah mati rasa, gue masih berbaik hati untuk membuka kesempatan bagi pria-pria yang tertantang menghidupkan hati gue lagi. Good Luck, Boys! :)

Sunday, March 17, 2013

Suatu Hari di Tahun Itu

Hari ini gue teringat lagi akan kenangan gue dan lo, yang bisa dibilang cukup singkat itu. Hari ini, katanya, pembukaan Pekan Elektro, acara tahunan di jurusan lo. Tahun lalu, gue cukup sering lalu lalang di PKM, tempat acara itu berlangsung. Tahun lalu, kita baru saja memasuki kehidupan baru, tanpa satu sama lain. Tahun ini, gue masih dengan hati yang menyimpan perasaan tahun lalu, dengan rapi. Dan lo, sudah dengan hati yang sedang menulis lembaran baru dari buku yang baru saja lo buat dengan dia.
Lo selalu ngaku kalo lo tahu semua tentang gue. Dan gue anggap lo tahu kenapa gue sampai detik ini masih teringat semua momen bareng lo, karena gue ga pernah tahu kenapa. Gue cuma tahu, sekarang, saat gue ketik postingan ini, gue kangen-pake-banget sama lo.
Lo pasti tahu, semua hal begok yang dari dulu sampek sekarang sering banget gue lakuin itu karena apa. Yaaaa... I still in love with You :)) Lucu yah? Entah bagaimana bisa seorang gadis yang terlihat biasa-biasa saja ngejalanin hidup setelah pisah sama lo, ternyata masih menyimpan rasa yang sama semenjak pertemuan pertamanya dengan lo. Hampir 2 tahun yah :))
Gue emang bilang gue benci. Benci karena setiap mengingat momen-momen kecil itu, gue ikut tersenyum. Dan setelah itu murung. Persis keadaan cuaca di Kota ini sekarang.

Dan selalu gue selipkan di setiap kesempatan. My little prayer for you..
Semoga lo bahagia dengan hidup lo. Semoga lo dapet yang lebih dari gue, yang terbaik buat lo. Tapi entah kenapa gue yakin bukan adukan semen, eh, pacar baru lo itu yang terbaik buat lo :)) Ya, bukan adukan semen...eh...dia...

Friday, March 8, 2013

Sebuah Surat yang Tak Ingin Dikirimkan


Kepada kamu, pemilik lama hati ini,

Aku selalu benci, mengingat perkenalan singkat kita, yang tanpa sengaja
Aku benci pada pertemuan awal kita. Entah mengapa aku terlalu bersemangat
Aku juga benci mengingat fakta kita sempat bercengkrama, membuat iri tuna asmara :))
Aku masih benci pada semua pesan singkatmu, sebelum akhirnya kita menyatu
Aku bahkan benci pada telefon genggam ku, yang hingga kini masih menyimpan kontakmu
Aku benci malam itu, malam ketika ‘aku dan kamu’ akhirnya menjadi ‘kita’
Dulu aku benci pada kesibukkanmu, dan kini aku benci pernah menyesali kebencian itu
Aku benci terlalu setia menunggu kabar darimu
Dan kini aku benci pada dia yang kau sebut kekasih itu
Mengapa? Karena aku benci menyadari seleramu rendah kali ini :))
Aku benci pernah membelamu dari kesalahan
Aku benci pada kenyataan, kamu merampas milik orang.
Aku benci pernah terseret dan terbawa dalam pusaran masalah karena kau nekat jadi yang ketiga :))
Aku benci mengingat semua kenangan yang sempat terasa manis untukku
Bahkan aku benci ketika temanmu menyangka kau masih milikku
Aku benci pada semua detail hidupmu yang masih terdokumentasi rapi dibenakku, tak ingin beranjak
Tapi yang terpenting untuk kau ketahui, aku benci. Benci pada hati yang tak ingin jujur. Bahwa kau telah pergi, meninggalkan sebuah luka dalam, yang bahkan 11 bulan ini tak kunjung tersembuhkan.


Tertanda,
Aku,
Bocah kecil yang tak ingin kau anggap



*Sebuah Surat Cinta Penuh Kebencian :))
*Teruntuk Seseorang yang Terlahir Sebagai Rahaditya Fadlansyah

Friday, February 15, 2013

Salah Paham (?)


Suara lo malam ini cukup untuk meruntuhkan tembok pertahanan yang udah susah payah gue bangun. Membuat gue kembali tersadar, betapa gue (masih sangat) menginginkan lo jadi milik gue. Entah apa maksud penjelasan lo itu, penjelasan yang (bagi gue) sudah sangat terlambat. Karena gue sudah terlanjur ilfeel sama dia. Maaf, gue nepatin janji gue (agak sedikit) terlambat nantinya. Yah, karena gue ga tau nomer hp dia, dan gue juga belom pasang paket internet buat android gue.
Suara lo malam ini cukup untuk sekedar mengurangi keinginan gue untuk sekedar memandang lo. Bercengkrama seperti dulu kita baru kenal, tertawa bersama, memperbincangkan hal-hal yang (menurut gue) sangat absurd dan ga penting untuk diperbincangkan. Tapi, entah kenapa bersama lo semua hal absurd itu menjadi momen yang sangat gue rindukan. Setidaknya sampai saat lo ngebaca post ini.
Suara lo malam ini (ternyata) sangat gue rindukan. Obrolan-obrolan absurd itu, pertanyaan-pertanyaan gue yang tidak lo jawab dengan semestinya, dan dua kata yang membuat gue kembali berharap meski takut itu semua cuma mimpi. Perhatian kecil lo yang sudah lama tidak gue dengar. Dan penjelasan lo yang (terlambat itu, yang) membuat gue (lagi-lagi) kembali berharap. Berharap rasa ‘kita’ masih sama. Masih ada ‘kita’ di hati lo. Dan membuat gue berharap, gue lah yang mengisi pikiran lo sekarang, bukan masa lalu lo, bukan juga dia.
Dan…dua kata yang sudah lama ingin gue dengar langsung dari lo, malam ini kembali gue dengar. Gue ga peduli dua kata itu lo ucapkan dari hati, atau cuma sekedar pemanis. Gue ga peduli, sama seperti (dulu) gue ga peduli sewaktu lo bilang bahwa lo belum bisa lepas seutuhnya dari masa lalu lo.
Dan…perhatian sederhana yang sudah lama gue rindukan, gue juga ga peduli itu bener-bener dari hati lo atau cuma sekedar rasa iba.
Dan…gue ga peduli. Malam ini suara lo yang gue dengar itu nyata atau tidak, gue ga akan pernah mau peduli. Karena gue, si bocah bego dan keras kepala. Bocah paling bego dan paling keras kepala yang (mungkin) pernah lo kenal, dan (mungkin juga) pernah lo inginkan.

Gue ga peduli gimana perasaan lo sekarang ke gue. Yang gue peduliin cuma...gue masih sayang pake banget. Sama lo.
Rian W, saya cinta, selalu cinta, dan akan terus cinta sama kamu. Perasaan ini ga bakal ada habisnya :)
Yah, itu gue kutip dari film perahu kertas sih. Setidaknya, sampai saat di mana lo ngebaca postingan ini, cinta gue untuk lo masih ada :)



and this post I dedicate to Mr. Rian Wahyudi :)

Thursday, February 14, 2013

Rindu Ini Mulai Mengiba


Mungkin kalo keadaan diberi kesempatan untuk angkat bicara, ia bakal ngamuk-ngamuk. Karena selalu gue salahkan saat kisah gue berakhir gagal. Bukan cuma kisah gue sama lo, tapi juga sama mereka yang dulu (sangat) gue sayangi.
Sekarang gue ga mau nyalahin siapa-siapa, termasuk keadaan. Udah cukup keadaan jadi kambing hitam di setiap akhir kisah gue. Gue anggap ini peringatan dari Dia, kita belom layak untuk satu sama lain.
Gue udah menata hati gue, merapikan puing-puing hati gue yang lo berantakin sewaktu lo beranjak pergi. Membiarkan gue berteman sepi.
Memang gue terlalu berharap bisa benar-benar pindah, dan menghuni hati lo. Tapi ternyata lo cuma ngizinin gue untuk ‘nginap’ di hati lo. Dan sekarang lo meminta gue pergi. Apa hati lo udah dapet penghuni tetap?
Dan entah kenapa di saat gue memutuskan beranjak dari hidup lo. Lo datang menghubungi gue. Bukan untuk meminta gue tinggal, memang. Tapi cukup untuk membuat gue goyah dan kembali tinggal. Batal beranjak.
Gue akui, gue udah mati rasa untuk cowo lain, bukan untuk lo. Karena rasa gue, hati gue, masih dengan seenaknya nyari keberadaan lo. Sekedar untuk ngasih tau lo, gue ada dan kangen yang gue rasa ini makin mengiba.
Mungkin lo ga mau tau, tapi gue kasih tau aja deh ya. Biar gue juga rada lega. Apapun alasan gue menghubungi lo, sebenarnya cuma bisa-bisanya gue aja. Alasan utamanya cuma satu, selalu sama, GUE KANGEN LO…



And this post I dedicate to Mr. Rian Wahyudi :)

Wednesday, January 9, 2013

Welcome to the Jungle (again)

Akhirnya, kembali lagi ke kota ini. Kota di mana kita pernah berjumpa, lalu jatuh cinta. Kota yang akhirnya memisahkan kita, menyaksikan betapa gue masih mengharapkan lo, dan lo masih mengharapkan dia. Kota yang terpaksa gue tinggali demi ngebahagiain ortu gue.
Tanpa perlu lo tau, gue masih suka ngebaca ulang sms-sms dari lo, yang bikin gue dulu sempet berharap banyak. Gue ga tau, gue yang terlalu berharap atau emang lo yang ga bisa diharapkan.


Name/Number: TE rian </3 / +6283181648184
Time: 2012-12-16 22:59:24
Content:   hoho...ia sayang...lgi ola ian ga mau terllu jauh mlgkah.apalagi dgan sstus skrg..
ayank tau ga??ayang yg ptma mmluk ian spt td...n ntah npa ingin jd yg trakhir juga...
ian hrp ni bkn keinginan sesaat jga bkan skdar gmblan..
ian inginkan ayank..

Sengaja gue garis bawahi, apa lo inget kata-kata yang lo ketik sendiri itu? Atau sebenernya bukan lo yang ngetik sms buat gue itu? Atau lo hilang ingatan, sesaat pas lo sedang ngetik sms buat gue?
Gue ngerti, gadis hujan itu jauh lebih lama tinggal di hati lo. Bahkan sebelum gue tau bahwa lo ada. Tapi...pernah ga sih, lo pikirin perasaan gue? Setelah lo puji-puji gue, lo sanjung gue, bahkan lo bilang lo bener-bener menginginkan gue, lo malah tinggalin gue dengan alesan "ian masih keinget dia". Ya, gue tau. Gue ga akan pernah sebanding sama gadis hujan itu. Ga akan pernah. Tapi gue juga punya perasaan. Gue manusia, dan gue hidup...

Maaf...sepertinya gue yang terlalu berharap sama lo. Gue coba lupain lo. Gue coba ngehapus lo dari hati gue, seakan lo ga pernah ada di sana. Seakan lo ga pernah hadir di hati gue. Seakan lo ga pernah datang dan meminta hati gue.
Tapi...tanpa gue sadari, tanpa lo perlu tau...gue udah jatuh. Jatuh di hati lo. Sayangnya ga lo tangkep. Mungkin emang seharusnya gue jatuh cinta sama dia, ian...bukan sama lo...

Friday, January 4, 2013

Happy 21st B'day :)

5 Januari...ini hari lo. Gue ga sanggup untuk ngucapin langsung. Lebih tepatnya ga berani.
And I just can give u these...

Selamat Ulang Tahun :)



Special for U... :)

Happy 21st Birthday dear Rian Wahyudi...
semoga tahun ini bisa jadi tahunnya kamu...
semoga November 2013 nya bisa tercapai...
semoga....semoga...semoga aku selalu sayang kamu... :')
Happy Birthday....
Happy Birthday....

Thursday, January 3, 2013

Cemburu pada Masa Lalu

Beberapa jam yang lalu, gue chat sama RW...dan dia ngasih link blog nya ke gue. Awalnya gue ga berminat buat ngeliat, tapi akhirnya tergoda juga. Tanpa prasangka buruk, gue buka blog dia dan ternyata...gue tertohok. Bukan cuma isi blog nya...tapi juga backgroundnya. Itu foto dia sama mantannya yang itu...iya yang itu. Dan air mata ini mengalir tanpa permisi.
Gue ga tau maksud dia sebenernya apa. Apa dia mau bilang ke gue bahwa selama ini dia masih ga bisa lupain mantannya itu, atau gimana. Gue ga tau. Gue ga bisa nebak. Dan gue bahkan ga punya nyali untuk sekedar nanya langsung ke dia. Gue udah terlalu takut sama kemungkinan-kemungkinan yang gue karang sendiri. Bahkan sampai gue nulis ini, air mata ini masih ngalir dengan lancangnya. Tanpa izin dari gue.

Setelah dapet link blog dia...gue dengan baik hati ngebagi link blog gue juga, yang belom sempet gue update tentang dia...Iya, tentang dia. Mungkin dia berpikiran yang sama, seperti waktu gue ngebaca blog dia. Tapi, harusnya dia tau, hati gue cuma penuh sama dia sekarang. Dia, dia, dia, cuma dia.

When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Fix You-Coldplay
Entah kenapa lagu Coldplay yang ini pengen banget gue nyanyiin buat dia. Karena (tanpa pernah gue sadari) he fix me, n my heart dengan kehadirannya. Dengan cara dia ngelus kepala gue (lebih mirp noyor2 sih), cara dia memperlakukan gue. Cara dia menyayangi gue. Dan sekarang, gue sangat merindukan itu. Ntah dia merindukan moment2 itu atau engga, gue ga tau. Karena emang ga sebanding sama kenangan yang ditinggalin si gadis hujan...Iya, gadis yang gue cemburui. Mereka lebih dulu kenal. Gue? Gue bisa apa? Gue cuma bisa gigit jari kalo ternyata karangan gue malah jadi nyata.

Ian...lo ga perlu kasih gue kepastian...kalo lo udah ga sayang lagi sama gue dan udah berpaling sama yang lain...lo cukup kasih tau gue...dan gue akan segera pergi dari hidup lo :')

Do not ever ask me to love another man...

Gue gag pernah inget dengan pasti tanggal berapa gue bertemu dengan orang yang akhirnya jadi amat berarti di hidup gue. Bagi gue, itu gag penting untuk diingat. Karena, bahkan tanpa sadar dia udah jadi bagian hidup gue. Yang bikin gue bisa menyebutkan nama Rahaditya Fadlansyah dengan lancar tanpa sedikitpun rasa sakit yang tersisa.
And I really say thanks to you, Rian Wahyudi. :)
Awalnya gue malah keganggu sama kehadiran dia. Tapi sekarang...gue sangat mengharapkan gangguan itu. Gue udah gag bisa lagi lepas dari dia. He's like a sedative for me. Gue ga peduli apa yang dia lakuin di masa lalunya. Yang penting buat gue...He always treat me like i'm his one n only, and his last love. (oke, lo boleh bilang kalo gue kelewat GR, but i really hope so). And i don't wanna lose him, like i lost RF before...

Tapi...siapa sangka dia malah minta gue untuk membuka hati buat cowo lain, setelah sebelumnya dia bener-bener mengharapkan hati gue. :'(
Iya, gue sadar gue salah...meski gue ga ngeh apa salah gue. (just call me idiot, please). He makes me really deeply truly in love with him, n now he ask me to love another man.

And Mr RW...please.. do not ever ask me to love another man... :)