Hari ini gue teringat lagi akan kenangan gue dan lo, yang bisa dibilang cukup singkat itu. Hari ini, katanya, pembukaan Pekan Elektro, acara tahunan di jurusan lo. Tahun lalu, gue cukup sering lalu lalang di PKM, tempat acara itu berlangsung. Tahun lalu, kita baru saja memasuki kehidupan baru, tanpa satu sama lain. Tahun ini, gue masih dengan hati yang menyimpan perasaan tahun lalu, dengan rapi. Dan lo, sudah dengan hati yang sedang menulis lembaran baru dari buku yang baru saja lo buat dengan dia.
Lo selalu ngaku kalo lo tahu semua tentang gue. Dan gue anggap lo tahu kenapa gue sampai detik ini masih teringat semua momen bareng lo, karena gue ga pernah tahu kenapa. Gue cuma tahu, sekarang, saat gue ketik postingan ini, gue kangen-pake-banget sama lo.
Lo pasti tahu, semua hal begok yang dari dulu sampek sekarang sering banget gue lakuin itu karena apa. Yaaaa... I still in love with You :)) Lucu yah? Entah bagaimana bisa seorang gadis yang terlihat biasa-biasa saja ngejalanin hidup setelah pisah sama lo, ternyata masih menyimpan rasa yang sama semenjak pertemuan pertamanya dengan lo. Hampir 2 tahun yah :))
Gue emang bilang gue benci. Benci karena setiap mengingat momen-momen kecil itu, gue ikut tersenyum. Dan setelah itu murung. Persis keadaan cuaca di Kota ini sekarang.
Dan selalu gue selipkan di setiap kesempatan. My little prayer for you..
Semoga lo bahagia dengan hidup lo. Semoga lo dapet yang lebih dari gue, yang terbaik buat lo. Tapi entah kenapa gue yakin bukan adukan semen, eh, pacar baru lo itu yang terbaik buat lo :)) Ya, bukan adukan semen...eh...dia...
Sunday, March 17, 2013
Friday, March 8, 2013
Sebuah Surat yang Tak Ingin Dikirimkan
Kepada kamu, pemilik lama hati ini,
Aku selalu benci, mengingat perkenalan singkat kita, yang tanpa sengaja
Aku benci pada pertemuan awal kita. Entah mengapa aku terlalu bersemangat
Aku juga benci mengingat fakta kita sempat bercengkrama, membuat iri tuna asmara :))
Aku masih benci pada semua pesan singkatmu, sebelum akhirnya kita menyatu
Aku bahkan benci pada telefon genggam ku, yang hingga kini masih menyimpan kontakmu
Aku benci malam itu, malam ketika ‘aku dan kamu’ akhirnya menjadi ‘kita’
Dulu aku benci pada kesibukkanmu, dan kini aku benci pernah menyesali kebencian itu
Aku benci terlalu setia menunggu kabar darimu
Dan kini aku benci pada dia yang kau sebut kekasih itu
Mengapa? Karena aku benci menyadari seleramu rendah kali ini :))
Aku benci pernah membelamu dari kesalahan
Aku benci pada kenyataan, kamu merampas milik orang.
Aku benci pernah terseret dan terbawa dalam pusaran masalah karena kau nekat jadi yang ketiga :))
Aku benci mengingat semua kenangan yang sempat terasa manis untukku
Bahkan aku benci ketika temanmu menyangka kau masih milikku
Aku benci pada semua detail hidupmu yang masih terdokumentasi rapi dibenakku, tak ingin beranjak
Tapi yang terpenting untuk kau ketahui, aku benci. Benci pada hati yang tak ingin jujur. Bahwa kau telah pergi, meninggalkan sebuah luka dalam, yang bahkan 11 bulan ini tak kunjung tersembuhkan.
Tertanda,
Aku,
Bocah kecil yang tak ingin kau anggap
*Sebuah Surat Cinta Penuh Kebencian :))
*Teruntuk Seseorang yang Terlahir Sebagai Rahaditya Fadlansyah
Subscribe to:
Posts (Atom)