Kepada kamu, pemilik lama hati ini,
Aku selalu benci, mengingat perkenalan singkat kita, yang tanpa sengaja
Aku benci pada pertemuan awal kita. Entah mengapa aku terlalu bersemangat
Aku juga benci mengingat fakta kita sempat bercengkrama, membuat iri tuna asmara :))
Aku masih benci pada semua pesan singkatmu, sebelum akhirnya kita menyatu
Aku bahkan benci pada telefon genggam ku, yang hingga kini masih menyimpan kontakmu
Aku benci malam itu, malam ketika ‘aku dan kamu’ akhirnya menjadi ‘kita’
Dulu aku benci pada kesibukkanmu, dan kini aku benci pernah menyesali kebencian itu
Aku benci terlalu setia menunggu kabar darimu
Dan kini aku benci pada dia yang kau sebut kekasih itu
Mengapa? Karena aku benci menyadari seleramu rendah kali ini :))
Aku benci pernah membelamu dari kesalahan
Aku benci pada kenyataan, kamu merampas milik orang.
Aku benci pernah terseret dan terbawa dalam pusaran masalah karena kau nekat jadi yang ketiga :))
Aku benci mengingat semua kenangan yang sempat terasa manis untukku
Bahkan aku benci ketika temanmu menyangka kau masih milikku
Aku benci pada semua detail hidupmu yang masih terdokumentasi rapi dibenakku, tak ingin beranjak
Tapi yang terpenting untuk kau ketahui, aku benci. Benci pada hati yang tak ingin jujur. Bahwa kau telah pergi, meninggalkan sebuah luka dalam, yang bahkan 11 bulan ini tak kunjung tersembuhkan.
Tertanda,
Aku,
Bocah kecil yang tak ingin kau anggap
*Sebuah Surat Cinta Penuh Kebencian :))
*Teruntuk Seseorang yang Terlahir Sebagai Rahaditya Fadlansyah
No comments:
Post a Comment