Semua berawal dari ketiadaan, dan sekarang semua berbalik pada kehampaan. Sejak awal gue hidup, gue ga hidup bareng lo. Gue anggep aja gue cuma kembali pada kondisi semula, sebelum gue kenal lo. Dan gue (harap gue akan) baik-baik aja.
Gue paling agak sedikit repot, kembali ke kebiasaan lama, kebiasaan sebelum lo dateng ke hidup gue. Dan gue akui ini udah gue coba dari lama. Terhitung dari tanggal 11 April 2012 dulu, hari di mana lo pada akhirnya menyerah pada hubungan kita yang ga lagi jelas ke mana arahnya. Hari di mana gue (terpaksa) menerima kenyataan bahwa lo ga (akan pernah lagi) cinta sama gue. Hari di mana lo menegaskan dengan sangat bahwa rasa yang dulu lo tunjukkan ke gue ga (pernah) lagi ada.
Mungkin lo ga pernah tau, semua tingkah absurd yang gue bikin itu cuma untuk narik perhatian lo. Cuma sekedar pengen lo tau, gue masih ada di sini dan masih tetap (dengan begoknya) nungguin lo. Berpaling dan berbalik kembali ke gue.
Mungkin lo ga perlu tau, seberapa nyesek gue rasa, selama 6 bulan ini gue nahan kangen. Gue tahan keinginan buat sms lo.
Yah, kemaren kita sempat sedikit mention2 di twitter. Tapi apa lo tau? Yang gue mau ga cuma itu. Gue pengen hati lo lagi.
And this post I dedicate for Mr. RAHADITYA FADLANSYAH :)
Monday, November 19, 2012
Sunday, November 18, 2012
Tentang Sebuah Rasa
Dan selasa (13/11/12) kemaren, gue resmi menjomblo lagi setelah 2 bulan jalan bareng sama sesosok makhluk yang bernama Arif Eggi Herdianto. Gue ga bakal nganggep 2 bulan itu sebagai masa "pacaran". Gue cuma anggep itu "jalan bareng". Padahal gue udah berharap, Eggi lah yang bakal jadi perhentian terakhir gue, meskipun angkatan dia 2 tahun di bawah gue (tapi umurnya setahun di atas gue loh). Mungkin, emang bawaan lingkungan dia, yang bikin dia masih berpikir kayak bocah.
Alesan dia minta putus sumpah ngehe banget. Dan itu alesan paling ngehe yang pernah gue denger selama 19 tahun gue hidup. 'Aku masih ngedrop gegara masalah keluarga aku. Dan aku ga pengen kamu tersakiti gegara masalah ini'. Asli, gue emosi baca nya (dia minta putus via SMS!!!). Dan seketika itu juga gue ilfil sama dia. Yang gue ingat cuma dia masih punya utang sama gue.
Seketika...gue langsung kepikiran Adit. Gue kangen Adit. Gue (ternyata selalu) merindukan bayangnya, yang bahkan ga pernah nyata lagi di hidup gue. Dan gue bener2 merindukan sosoknya yang cuek tapi perhatian banget sama gue...selama jadi pacar gue...
Adit...Gue kangen lo...
Kangen sekangen kangennya gue pernah kangen lo... :')
Alesan dia minta putus sumpah ngehe banget. Dan itu alesan paling ngehe yang pernah gue denger selama 19 tahun gue hidup. 'Aku masih ngedrop gegara masalah keluarga aku. Dan aku ga pengen kamu tersakiti gegara masalah ini'. Asli, gue emosi baca nya (dia minta putus via SMS!!!). Dan seketika itu juga gue ilfil sama dia. Yang gue ingat cuma dia masih punya utang sama gue.
Seketika...gue langsung kepikiran Adit. Gue kangen Adit. Gue (ternyata selalu) merindukan bayangnya, yang bahkan ga pernah nyata lagi di hidup gue. Dan gue bener2 merindukan sosoknya yang cuek tapi perhatian banget sama gue...selama jadi pacar gue...
Adit...Gue kangen lo...
Kangen sekangen kangennya gue pernah kangen lo... :')
Friday, August 10, 2012
GoodBye R.P.U.S , GoodBye my unrequited love
bye bye my unrequited love...
maybe i haven't try hard yet...
but i know that you never ever love me back...
i'll quit from your life,now...yeah,right now...
:')
that'll be my last message to you...
i'll never ever disturb you anymore...
cz i know...become your "little siister" is never enough for me...
i'll quit from your life....but my love still exist...
:')
bye2 my unrequited love, Mr. RPUS
I just could not help but feel love for you...
so, I hope you can get along with her... :')
Just forget 'bout me, pretend like i never exist...
:')
yeah...i never ever exist in your life, right?
maybe i haven't try hard yet...
but i know that you never ever love me back...
i'll quit from your life,now...yeah,right now...
:')
that'll be my last message to you...
i'll never ever disturb you anymore...
cz i know...become your "little siister" is never enough for me...
i'll quit from your life....but my love still exist...
:')
bye2 my unrequited love, Mr. RPUS
I just could not help but feel love for you...
so, I hope you can get along with her... :')
Just forget 'bout me, pretend like i never exist...
:')
yeah...i never ever exist in your life, right?
tonite...is the last nite i think 'bout you...
tomorrow...i'll never ever disturb your life with her...
Just...
BYE BYE MY UNREQUITED LOVE...
bye bye Mr Rozi Putra Utama S :')
Friday, August 3, 2012
Kepada Kamu dengan Penuh Kebencian
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang betemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan, di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya; menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci untuk berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang -sekali lagi- salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak ingin bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu..., tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara mengingatkan, "Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common," harus dimentahkan oleh hati yang berkata, "Jangan hiraukan logikamu."
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, akung, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan.....
aku takut sendirian.
*disalin dari buku "Kepada Cinta" surat dari Raditya Dika*
Monday, July 23, 2012
Semesta Mendukung :D
Hari ini gue bener-bener bersyukur menunda kepulangan gue kemaren. Selain dosen PA gue baru bisa dikunjungi hari ini, tadi gue ga sengaja ketemu si Abang di kampus. Gue ga berani negor duluan, dia terlihat sibuk nyariin orang. Sebenernya, sebelumnya gue liat dia di parkiran DPR. Dan gue udah pasrah aja, cuma bisa liat Abang dari jauh. (Ga mungkin kan gue bela-belain turun bus cuma buat liat dia dari deket dan bilang "hai". Impossible!)
Ternyata semesta berpihak pada gue hari ini. Semalem, junior gue di IMKJ (fyi, IMKJ itu Ikatan Mahasiswa Keluarga Jambi) minta tolong ke gue buat jagain stand penerimaan MABA di kampus gue. Stand nya ada di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Sebenernya gue males, lagian gue juga udah lama ga ikutan acara IMKJ lagi. Tapi ada sesuatu yang mendorong gue buat nolongin junior gue itu. Yah, di PKM itu, gue ketemu sama Abang, dengan semua ketidaksengajaan itu. Gue pengen banget negur dia, nyapa dia, gue kangen suaranya. Tapi gue ga berani. Gue takut untuk memulai. Gue terlalu takut dengan kemungkinan terburuk, dia ga mau kenal gue lagi. Di tengah keragu-raguan gue itu, bang Widy nelpon gue, nanyain posisi gue. Gue jadi ada alesan keluar dari PKM, gue deketin dia, tapi gue pura-pura ga liat Abang sambil terus ngobrol di telpon sama bang Widy (pura-puranya sinyal jelek). Cuma sebentar, tapi gue seneng...
P.S. Gue kangen lo, bang RPUS :')
Ternyata semesta berpihak pada gue hari ini. Semalem, junior gue di IMKJ (fyi, IMKJ itu Ikatan Mahasiswa Keluarga Jambi) minta tolong ke gue buat jagain stand penerimaan MABA di kampus gue. Stand nya ada di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Sebenernya gue males, lagian gue juga udah lama ga ikutan acara IMKJ lagi. Tapi ada sesuatu yang mendorong gue buat nolongin junior gue itu. Yah, di PKM itu, gue ketemu sama Abang, dengan semua ketidaksengajaan itu. Gue pengen banget negur dia, nyapa dia, gue kangen suaranya. Tapi gue ga berani. Gue takut untuk memulai. Gue terlalu takut dengan kemungkinan terburuk, dia ga mau kenal gue lagi. Di tengah keragu-raguan gue itu, bang Widy nelpon gue, nanyain posisi gue. Gue jadi ada alesan keluar dari PKM, gue deketin dia, tapi gue pura-pura ga liat Abang sambil terus ngobrol di telpon sama bang Widy (pura-puranya sinyal jelek). Cuma sebentar, tapi gue seneng...
P.S. Gue kangen lo, bang RPUS :')
Sunday, July 22, 2012
O M G
*inhale* *exhale*
Lo ga perlu minta maaf kok bang. Bukan lo yang salah. Bukan gue juga yang salah (sori, gue juga ga mau disalahin :p ). Keadaan yang salah. Keadaan yang bikin gue jatuh ke lo yang salah, bang. Ga seharusnya gue jatuh ke lo. Ya, ga seharusnya. . .
I just wondering what happening tonite is only my imagination. It's just a dream... I only need to wake myself up.
I'm sorry for disturbing ur life...
I never mean it...
Thanks for everything...
Lo ga perlu minta maaf kok bang. Bukan lo yang salah. Bukan gue juga yang salah (sori, gue juga ga mau disalahin :p ). Keadaan yang salah. Keadaan yang bikin gue jatuh ke lo yang salah, bang. Ga seharusnya gue jatuh ke lo. Ya, ga seharusnya. . .
P.S. Jadi adek lo aja udah lebih banget buat gue...
Saturday, July 21, 2012
Puasa Itu Ga Boleh Galau
Sebelumnya, gue lupa minta maaf nih. Biar puasa agak afdolan dikit, mohon maaf lahir dan batin yah. Semoga amal puasa kita bisa dierima Allah swt.
Oke, hari ini gue pengen curhat lagi (kayak gue ga ada kerjaan lain yah, curhat mulu). Kemaren gue mention-mmentionan lagi sama si abang, setelah lama engga. Yah, meskipun balesannya singkat-singkat gitu. Tapi tetep aja gue girang :D
Mungkin kemaren gue curhat abis-abisan di twitter, kalo gue lagi sakit. Si abang langsung nge-chat gue. Ga banyak emang. Cuma nanyain gue sakit dan udah minum obat atau belum. Tapi tetep aja girangnya selangit...
~aaaah~ gue masih girang banget sekarang...
Dan sekarang gue lagi seneng-senengnya dengerin lagu "forever and always" nya Parachute. Inget masa-masa di posko KKN. Gue minta lagu ini dari dia. Ternyata lagunya sediiih bangeeeeet T.T
Kangen RPUS
Oke, hari ini gue pengen curhat lagi (kayak gue ga ada kerjaan lain yah, curhat mulu). Kemaren gue mention-mmentionan lagi sama si abang, setelah lama engga. Yah, meskipun balesannya singkat-singkat gitu. Tapi tetep aja gue girang :D
Mungkin kemaren gue curhat abis-abisan di twitter, kalo gue lagi sakit. Si abang langsung nge-chat gue. Ga banyak emang. Cuma nanyain gue sakit dan udah minum obat atau belum. Tapi tetep aja girangnya selangit...
~aaaah~ gue masih girang banget sekarang...
Kangen RPUS
antara merelakan dan melupakan
Hhhhft...gue baru aja kembali ke peradaban, setelah 40 hari tercampak di negeri antah berantah. Dan sepulang gue dari daerah terpencil itu, gue dapet kabar yang mengejutkan. Adit punya pacar baru. Gue langsung kumat. Untung stok obat dari dokter masih banyak. Sebenarnya, gue udah lupa sama semua rasa gue ke Adit. Tapi ternyata gue masih belum rela nerima kenyataan kalo dia udah bener-bener ga ada rasa lagi ke gue.
Selama KKN ini, gue dapet abang baru. Iya, gue akhirnya bisa bener-bener naksir cowo lain selain Adit. Dia Rozi, temen KKN gue. Kata temen-temen gue, dia itu "tipe" gue banget. Tinggi, rada gelap, tembem, rada gendut hehehe. Awalnya sih biasa, gue juga ga nyangka gue bisa naksir dia. Selama KKN, kita begitu dekat sampe-sampe gue GR kalo dia juga naksir gue. Perhatian dia yang sederhana, tapi pas. Pas banget di saat-saat gue emang butuh.
Tapi ternyata ending nya ga enak banget. Gue cuma bisa akrab deket dan mesra gitu sama dia cuma selama KKN doank. Dan itu semua berakhir di perjalanan balik ke Padang. Dia duduk di sebelah gue (yang bangkunya emang sengaja gue kosongin). Pas lampu udah dimatiin, dia langsung nanya gue "Tari sayang sama abang?" gue cuma kaget dan bales nanya "emang kenapa?". (oke,gue bener-bener ga kreatip). Dia diem, trus lanjutin ngomong "Abang ga bisa. Tari bisa deket-deket abang kayak gini cuma selama kkn aja..." gue cuma bisa diem. Membisu dalam pelukan dia. Iya, dia ngomong gitu sambil ngedekap gue (gue kedinginan, mungkin dia ga pengen gue kumat).
Setelah itu kita ga banyak bicara. Bukan saling diam, tapi ga saling membahas perasaan lagi. Karena gue tau, sangat sangat tau, udah ada yang menghuni hati dia, dan ga ada ruang kosong lagi buat gue, bahkan untuk sekedar nyelip. Tapi di keheningan malam itu, dia ninggalin kenangan yang ga gampang dihapus. Kecupan ringan dan lembut itu sampe sekarang masih tergambar di otak gue.
Gue masih kebayang, memandangi lampu kota Padang dini hari di dalam dekapan dia.
Gue nemu quote bagus di TL twitter gue
Semoga bener-bener ada seseorang yang lebih layak untuk gue... :)
Selama KKN ini, gue dapet abang baru. Iya, gue akhirnya bisa bener-bener naksir cowo lain selain Adit. Dia Rozi, temen KKN gue. Kata temen-temen gue, dia itu "tipe" gue banget. Tinggi, rada gelap, tembem, rada gendut hehehe. Awalnya sih biasa, gue juga ga nyangka gue bisa naksir dia. Selama KKN, kita begitu dekat sampe-sampe gue GR kalo dia juga naksir gue. Perhatian dia yang sederhana, tapi pas. Pas banget di saat-saat gue emang butuh.
Tapi ternyata ending nya ga enak banget. Gue cuma bisa akrab deket dan mesra gitu sama dia cuma selama KKN doank. Dan itu semua berakhir di perjalanan balik ke Padang. Dia duduk di sebelah gue (yang bangkunya emang sengaja gue kosongin). Pas lampu udah dimatiin, dia langsung nanya gue "Tari sayang sama abang?" gue cuma kaget dan bales nanya "emang kenapa?". (oke,gue bener-bener ga kreatip). Dia diem, trus lanjutin ngomong "Abang ga bisa. Tari bisa deket-deket abang kayak gini cuma selama kkn aja..." gue cuma bisa diem. Membisu dalam pelukan dia. Iya, dia ngomong gitu sambil ngedekap gue (gue kedinginan, mungkin dia ga pengen gue kumat).
Setelah itu kita ga banyak bicara. Bukan saling diam, tapi ga saling membahas perasaan lagi. Karena gue tau, sangat sangat tau, udah ada yang menghuni hati dia, dan ga ada ruang kosong lagi buat gue, bahkan untuk sekedar nyelip. Tapi di keheningan malam itu, dia ninggalin kenangan yang ga gampang dihapus. Kecupan ringan dan lembut itu sampe sekarang masih tergambar di otak gue.
Gue masih kebayang, memandangi lampu kota Padang dini hari di dalam dekapan dia.
Gue nemu quote bagus di TL twitter gue
Perpisahan adalah Kesempatan bagi Kita untuk Menemukan Seseorang yang Lebih Layak darinyaYah, gue harap gue emang berhak punya kesempatan itu.
Semoga bener-bener ada seseorang yang lebih layak untuk gue... :)
Saturday, May 5, 2012
Antara Move On dan Move Back
"Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan" - @radityadikaDan sekarang gue sedang membenahi barang-barang gue, yang masih tertinggal di hati yang sembilan bulan ini gue tempati. Mungkin untuk sementara gue numpang tinggal di mana aja, sampe akhirnya gue nemuin hati baru untuk tinggal. Mungkin aja hati"nya" mau nerima gue lagi. Sehingga gue ga perlu repot-repot lagi nyesuain diri sama hati yang baru.
Beberapa hari ini, ada seseorang yang menawarkan hatinya buat gue tempati. Tapi gue masih belom berminat. Bukannya sombong dan sok kuat sendiri. Seantero jagad juga tau kalo gue paling rapuh kalo sendirian. Gue cuma mau menata ulang hati gue dulu. Gue ga mau kejadian yang sama keulang lagi.
Bisa jadi gue cuma mengulur-ulur waktu. Menunggu hati yang lama bisa menyambut gue kembali.
Sunday, April 29, 2012
Jatuh Cinta pada Kata-Kata
Baru kali ini gue ngerasain yang namanya jatuh cinta sama kata-kata. Bukan, bukan jatuh cinta yang falling in love yang bikin susah tidur ituh. Tapi lebih ke arah....kagum. Iya, gue kagum. Meskipun gue engga punya ide, gimana dia sehari-harinya di kampus, tapi gue udah "jatuh" sama tulisan-tulisan di blog nya (yang juga cuma ga seberapa isinya). Gue cuma follower yang bahkan ga difollowback sama dia.
Mungkin gue emang cewe yang susah buat jatuh cinta, tapi gue gampang tertarik sama cowo. Mungkin buat kalian itu dua hal yang sama aja. Tapi buat gue itu jelas sangat jauh berbeda. Jatuh cinta itu, saat dimana dunia gue berputar dengan 'dia' sebagai porosnya. Sedangkan tertarik itu, yah tanpa rasa apa2. Just feel interest. Cuma itu aja, ga lebih. Tapi kadang-kadang gue bingung sama perasaan gue. Apa gue jatuh cinta atau cuma tertarik aja.
Hati emang ga pernah bisa temenan sama logika...
Mungkin gue emang cewe yang susah buat jatuh cinta, tapi gue gampang tertarik sama cowo. Mungkin buat kalian itu dua hal yang sama aja. Tapi buat gue itu jelas sangat jauh berbeda. Jatuh cinta itu, saat dimana dunia gue berputar dengan 'dia' sebagai porosnya. Sedangkan tertarik itu, yah tanpa rasa apa2. Just feel interest. Cuma itu aja, ga lebih. Tapi kadang-kadang gue bingung sama perasaan gue. Apa gue jatuh cinta atau cuma tertarik aja.
Hati emang ga pernah bisa temenan sama logika...
Saturday, April 28, 2012
Sebongkah Kenangan yang Memohon Dilupakan
Lagi-lagi gue terpaksa curhat di sini. Bukan, bukan karena temen2 gue udah ga mau denger curhatan gue lagi. Tapi, ga semua perasaan bisa diungkapkan dengan mudahnya. Kadang gue lebih bisa ngungkapin perasaan lewat tulisan. Meskipun akhirnya perasaan gue jadi terlihat lebih absurd dari semestinya.
Seharusnya, semenjak hari itu gue akhiri perasaan ini. Dan mulai mencari hati kosong yang layak gue tempati. Bukan mengemis, memohon diizinkan menempati hati itu. Hati yang ga lagi untuk gue. Dia dengan mudahnya pergi dari hati gue, menyisakan rasa yang berserakan. Yang ga sanggup gue benahi sampe kapanpun.
Dan sekarang, sebongkah kenangan itu memohon untuk dilupakan. Moment saat dia dan gue ketawa bareng, jalan bareng, makan bareng, salting bareng. Memang ga banyak, karena emang cuma sebongkah. Tapi kenangan itu terlalu nancep di hati ini, mengemis, minta dienyahkan.
Bukan gue ga sanggup mencari hati baru untuk ditempati. Gue cuma ga mau, gue masih nyaman dengan keadaan yang begini. Masih nyaman dengan semua rasa sakit ini. Masih nyaman bermain dengan perih dan pedih ini. Masih nyaman ditemani semua kesunyian dan hampa ini.
Lo ngerti? Yah, gue sendiri juga ga ngerti. Sebegitu absurd lah yang gue rasain sekarang. Semua yang gue lakuin demi sekedar tau apa yang dia kerjain udah menjurus ke arah stalking. Dan sangat wajar kalo dia membenci gue dengan sepenuh hati sekarang.
Gue bukan wanita puitis yang bisa ngerangkai kata-kata manis, bahkan untuk sekedar curhat. Gue wanita frontal yang terlalu blak-blakan dengan semua warna yang gue rasa.
Dan mulai sekarang, gue mencoba untuk tidak peduli. Bukan karena gue benci, tapi karena gue ga pengen perasaan gue yang terlalu dalam ini mengganggu setiap detik kehidupan dia. Karena gue udah bukan lagi bagian hidup dia...
Terimakasih untuk semua cinta dan rasa yang pernah ada :)
Terimakasih untuk semua perhatian dan pengertian itu :)
*teruntuk R.F yang ada di seberang sana*
Seharusnya, semenjak hari itu gue akhiri perasaan ini. Dan mulai mencari hati kosong yang layak gue tempati. Bukan mengemis, memohon diizinkan menempati hati itu. Hati yang ga lagi untuk gue. Dia dengan mudahnya pergi dari hati gue, menyisakan rasa yang berserakan. Yang ga sanggup gue benahi sampe kapanpun.
Dan sekarang, sebongkah kenangan itu memohon untuk dilupakan. Moment saat dia dan gue ketawa bareng, jalan bareng, makan bareng, salting bareng. Memang ga banyak, karena emang cuma sebongkah. Tapi kenangan itu terlalu nancep di hati ini, mengemis, minta dienyahkan.
Bukan gue ga sanggup mencari hati baru untuk ditempati. Gue cuma ga mau, gue masih nyaman dengan keadaan yang begini. Masih nyaman dengan semua rasa sakit ini. Masih nyaman bermain dengan perih dan pedih ini. Masih nyaman ditemani semua kesunyian dan hampa ini.
Lo ngerti? Yah, gue sendiri juga ga ngerti. Sebegitu absurd lah yang gue rasain sekarang. Semua yang gue lakuin demi sekedar tau apa yang dia kerjain udah menjurus ke arah stalking. Dan sangat wajar kalo dia membenci gue dengan sepenuh hati sekarang.
Gue bukan wanita puitis yang bisa ngerangkai kata-kata manis, bahkan untuk sekedar curhat. Gue wanita frontal yang terlalu blak-blakan dengan semua warna yang gue rasa.
Dan mulai sekarang, gue mencoba untuk tidak peduli. Bukan karena gue benci, tapi karena gue ga pengen perasaan gue yang terlalu dalam ini mengganggu setiap detik kehidupan dia. Karena gue udah bukan lagi bagian hidup dia...
Terimakasih untuk semua cinta dan rasa yang pernah ada :)
Terimakasih untuk semua perhatian dan pengertian itu :)
*teruntuk R.F yang ada di seberang sana*
Thursday, April 26, 2012
Masih Boleh Cemburu??
Well, I know, I have any right to be jealous like this. Tapi yah tetep aja cemburu. Bukan, bukan lo yang salah. Karena emang lo ga pernah salah. Gue cuma berlebihan aja. Ya, sayang dan cinta gue terlalu berlebih buat lo. Dan ending-nya ya, gue sendiri yang kesiksa gini.
Pengen sih, pengen banget malah. Mentransfer rasa gue yang berlebihan ini ke orang lain. Tapi, guess what? Tiap gue pengen mentransfer rasa2 itu, yang ada rasa2 itu makin berlebih buat lo. Yah, akhirnya sekarang gue biarin aja lah. Sukur2 waktu bisa ngurangin dikit2 rasa sayang gue ke lo.Lo tau? Gue kangen. Kangen jalan bareng lo, dinner, lunch bareng. Kangen sms2 lo. Kangen suara lo. Kangen nyubit2 pipi lo. Kangen liat senyum lo. Kangen narik2 rambut lo. Kangen... Ya, gue kangen sama semua cinta yang pernah lo rasain dulu.
untaian rasa yg ku selipkanHahaha...gue langsung mendadak galau denger lagu itu. (Terlalu Singkat - Sheila on 7)
semoga mampu tuk meluluhkan
hati pemilik senyum itu
berbagai cara akan ku coba
agar aku takkan kehilangan
pandangan dari senyum itu
dan bisa aku katakan
jadi kekasihku
akan membuat
kau jauh lebih hebat
percaya padaku, uuuh
percaya padaku, uuuh
jiwaku untukmu, uuuh
hidup terlalu singkat
untuk kamu lewatkan
tanpa mencoba cintaku
Sunday, April 22, 2012
Could it be Love ?
Hahaha
Gue ga tau kenapa gue selabil ini. Ntah sejak kapan gue jadi labil gini. Mungkin bener yang adit bilang, gue terlalu labil. Wajar aja sih, dia jadi bosen sama gue. :)
Ga ada yang salah. Ga ada yang bisa nyalahin orang yang lagi jatuh cinta. Gue hanya sedang jatuh cinta aja. Ga lebih.
Gue nyanyi dulu deh ya.
Gue ga tau kenapa gue selabil ini. Ntah sejak kapan gue jadi labil gini. Mungkin bener yang adit bilang, gue terlalu labil. Wajar aja sih, dia jadi bosen sama gue. :)
Aku cuma khawatir sama kamu, apa itu salah?Mungkin gue udah terlalu cinta sama adit. Tergila-gila malah. Tapi mau gimana lgi, gue bener-bener jatuh cinta sama dia. Untuk sekarang gue ga bisa ngelihat cowo lain. Ketutupan sam adit deh kayak nya. Hahahaha.
Ga ada yang salah. Ga ada yang bisa nyalahin orang yang lagi jatuh cinta. Gue hanya sedang jatuh cinta aja. Ga lebih.
Gue nyanyi dulu deh ya.
"Satu per satu caraku menggoda diaAiiih...kapan ya gue bisa balikan lagi sama adit. Gue beneran ga bisa kalo ga ada dia.
Dari yang biasa sampai yang luar biasa
Tetap saja dia tak peduli
Bikin aku gigit jari"
Saturday, April 14, 2012
Ga Kenal Maka Ga Galau
Hidup itu emang kayak roda, berputar. Kadang kita ada di atas. Kadang juga ada di bawah. Awalnya kita yang dikejar-kejar. Pada akhirnya kita yang ngejar-ngejar (oke, itu curcol). Tapi semua itu bukan tanpa alasan. kita jadi bisa tau perasaan orang lain saat ada di posisi yang ga enak itu. Dan harusnya, dengan gitu ga bakal ada perselisihan dan cekcok di luar sana. (hmmm, gue mulai merasa sangat absurd di sini. Jangan telan kata-kata gue bulat-bulat. Karena gue juga ga paham lagi nulis apaan :D )
Ada baiknya gue ngenalin diri dulu. Tak kenal maka tak sayang. Siapa tau dengan mengenal gue, kalian bisa naksir gue dan gue bisa dapet pacar baru (meskipun gue ga pengen punya pacar baru). Temen-temen gue biasa manggil gue "Cabe". Bukan, gue bukan sejenis palawija yang udah bermutasi sehingga punya tangan buat ngetik posting ini. Itu cuma semacam panggilan buat lucu-lucuan semasa SMA, yang entah kenapa masih nempel sampe sekarang. Gue termasuk tipe cewe yang susah jatuh cinta. Dan sekalinya gue 'jatuh', gue bakal bener-bener jatuh terjengkang. Beruntunglah lo kalo gue udah jatuh cinta sama lo. Hahaha. Gue bakal mentok, dan ga bakal bisa naksir cowo lain.
Dan itu yang gue rasain sekarang.
Subscribe to:
Posts (Atom)